Kamis, 17 September 2015

STATISTIKA





STATISTIKA
PERKEMBANGAN STATISTIKA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Statistika

Dosen Pengampu :
M. Hasib Ardani, S.Kp.,M.Kes

Oleh:
1.      Ainur Muhti Ashari                        (22020114130106)
2.      Ali Iksan Adi S                               (22020114140109)
3.      Arintan Nur S                                 (22020114120046)
4.      Avinda Deviana                              (22020114120028)
5.      Endah Sulistyorini                          (22020114140132)
6.      Khirza Maulida F                            (22020114130134)
7.      Murti Agustin                                 (22020114130096)
8.      Noor Dhyana Muftiani                   (22020114120017)

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2015
A.  Definisi Statistika
1.    Definisi menurut anggota kelompok 1 Statistika:
a)    Murti
Statistika adalah suatu proses pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis kumpulan data yang dapat dioperasikan.
b)   Arintan
Statistika adalah suatu proses pengolahan data yang terdiri dari menghitung, mengelompokkan, dan menyimpulkan data hingga membentuk suatu hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
c)    Endah
Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan dan penyusunan data, pengolahan data, dan penganalisaan data, serta penyajian data berdasarkan kumpulan dan analisis data yang dilakukan.
d)   Ainur
Statistika adalah cara untuk mengolah data dan menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan yang logis dari pengolahan data.
e)    Ali
Statistika adalah sekumpulan cara yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan, penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka dengan menggunkan suatu metode-metode tertentu.
f)    Dhyan
Statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang data-data yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisaan, penafsiran, dan penarikan kesipulan dari data yang berbentuk angka.
g)   Fifi
Statistika adalah ilmu pengetahuan dengan mempergunakan metode dan teknik-teknik perhitungan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan.
h)   Avinda
Statistika adalah kumpulan data-data yang berisi angka-angka atau tabel atau diagram yang disusun, diolah, dianalisis, serta disajikan untuk menggambarkan suatu masalah objek tertentu.
i)     Kesimpulan :
Statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan proses dan sekumpulan cara yang terdiri dari pengumpulan, penyusunan, pengolahan, analisis dan penarikan kesimpulan data, yang dapat berupa angka untuk menyelesaikan masalah dan mendapatkan hasil tertentu.
2.      Definisi menurut para ahli:
Secara etimologi, statistik berasal dari bahasa Romawi States, yang berarti negara, Negarawan. Diartikan demikian karena statistik pada waktu itu banyak digunakan untuk urusan negara, seperti biaya pajak, jumlah penduduk. Sehingga munculah berbagai jenis statistik misalnya statistik penduduk, statistik kelahiran, statistik pendidikan. Statistik merupakan ilmu yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan data, serta sifat-sifat data. Adapun kegiatan statistik adalah pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data serta penganalisaan data, penarikan kesimpulan serta pembuatan kesimpulan yang didasarkan atas data yang diperoleh. Data diperoleh dari fakta, pengertian fakta adalah kejadian yang benar-benar terjadi atau bekas-bekasnya ada. Kegunaan data adalah memberikan informasi kepada yang membutuhkan. Informasi inilah yang memberikan perubahan kepada manusia. Jadi statistik itu adalah ilmu yang mempelajari pengumpulan, pengolahan, penyajian, penganalisaan data serta penarikan kesimpulan.
Menurut Purwanto (1995) sesuatu dikatakan statistik apabila:
a.    Merupakan agregat
Agregat adalah kumpulan fakta-fakta yang diperoleh dari objek yang kita amati.
b.    Diperoleh dengan cara menghitung atau mengukur
c.    Mempunyai variabilitas
Menurut Budiarto (2002), saat ini terdapat tiga pengertian statistika, yaitu sebagai berikut:
a.       Statistika merupakan kumpulan angka yang dihasilkan dari pengukuran atau penghitungan yang disebut data.
b.      Statistika dapat pula diartikan sebagai statistik sampel.
c.       Statistika sebagai suatu metode ilmiah yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam mengambil keputusan, mengadakan analisis data hasil penelitian, dan lain-lain.
B.  Sejarah Statistika
Kata statistika berasal dari bahasa Italia yaitu statistia yang berarti pejabat negara yang dikenal sejak zaman romawi. Penggunaan metode statistika saat itu masih terbatas pada kepentingan negara yang berisi data jumlah penduduk  menurut umur, jenis kelamin, dan pekerjaan yang digunakan untuk penarikan pajak dan wajib militer.
Statistika diawali sebagai ilmu untuk mengumpulkan angka (data).  Pada abad 17  statistika deskriptif mulai berkembang, begitu juga ilmu peluang yang awalnya dilahirkan dari meja judi mulai muncul .  Ilmu peluang ini melandasi berkembangnya statistika induktif yang terjadi pada pertukaran abad 19 dan 20 dengan Karl Pearson sebagai pelopornya. Statistika induktif berkembang pesat setelah R. A. Fisher memperkenalkan metode Maximum Likelihood pada tahun 1922. Dengan adanya perkembangan teknologi komputer, metode eksplorasi data dan bootstrap mulai berkembang pada tahun 1970.  Metode ini sebagai awal dari analisis data tanpa model peluang yang populer dengan data driven. Seiring dengan perkembangan statistika induktif, statistika mulai diterapkan pada berbagai bidang  seperti ekonomi, industri, pertanian, sosiologi, psikologi, dan lain-lain. Di bidang ekonomi aplikasi statistika pada ekonometrika, sedangkan di bidang  industri aplikasi yang sangat terkenal adalah metode Quality Control dan metode Six-Sigma. Pada abad 21 diperkirakan metode data mining akan banyak digunakan dalam bidang terapan.  Perkembangan ini akan berpengaruh terhadap model pendidikan dan pengajaran statistika dewasa ini.
Di Inggris,penggunaan statistika dalam bidang kesehatan diawali oleh raja Henry  VII yang memerintahkan untuk melakukan pencatatan kematian pada tahun 1532 M . Pada tahun 1662, kapten John Graunt menggunakan catatan undang-undang kematian selama 30 tahun untuk memperkirakan jumlah orang yang akan meninggal karena berbagai macam penyakit, proporsi kelahiran laki-laki dan wanita serta membuat table perjalanan hidup. 
Perkembengan statistika kedokteran mengalami hambatan karena masih banyaknya klinisi yang skeptis dan tidak setuju penggunaan metode statistik dalam bidang kedokteran dengan alasan statistik hanya kumpulan angka-angka yang tidak sesuai kenyataan dan etika kemanusiaan.  Alasan lain yaitu karena perhatian dokter hany6a tertuju pada penderita secara individu dan setiap penderita akan berbeda dengan penderita lain hingga kontribusi statistika akan memajukan bidang kedikteran sangat kecil.
C.  Manfaat Statistika
1.      Memberikan gambaran tentang suatu objek secara lengkap dan ringkas
2.      Membandingkan kejadian satu dengan kejadian lainnya dengan beracuan pada waktu atau tempat.
3.      Membuat ramalan pada kegiatan yang sama dimasa yang akan datang.
D.  Jenis Statistika
Statistik dibedakan atas beberapa jenis berdasarkan kriteria tertentu, seperti cara pengolahan data, ruang lingkup penggunaan, dan bentuk parameternya.
1.      Jenis Statistika Berdasarkan Cara Pengolahan Data :
Berdasarkan cara pengolahan datanya statistika dibagi dua katagori, yakni statistika deskriptif dan statistika inferensi.
a)   Statistika deskriptif
Statistika deskriptif adalah bagian dari statistika yang membahas tentang cara pengumpulan  dan penyajian data hingga mudah dimengerti. Statistika deskriptif hanya berkaitan dengan hal menguraikan atau memberikan keterangan-keterangan mengenai suatu data atau keadaan atau fenomena. Sehingga dapat dikatakan bahwa statistika deskriptif hanya berfungsi mendeskripsikan keadaan, gejala, atau persoalan. Contoh pernyataan yang termasuk dalam statistika deskriptif :
1)   Sekitar 10% ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas menderita anemia.
2)   Separuh dari pasien yang menerima suntikan Obat tertentu, temyata kemudian menderita efek samping Obat tersebut.
Penarikan kesimpulan pada statistika deskriptif hanya ditujukan pada kumpulan data yang ada.
b)   Statistika inferensi 
Statistika inferensi atau statistika induktif adalah jenis statistika yang mempelajari mengenai penafsiran dan penarikan kesimpulan yang berlaku secara umum atau proses generalisasi berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Statistika inferensi berkaitan dengan pendugaan populasi dan pengujian hipotesis berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Penarikan kesimpulan pada statistika inferensi merupakan generalisasi terhadap populasi berdasarkan data sampel yang ada. Berdasarkan atas ruang lingkup bahasannya, satistika  inferensi meliputi: 
1.    Probabilitas atau teori kemungkinan 
2.    Distribusi teoritis 
3.    Sampling dan distribusi sampling 
4.    Pendugaan populasi atau teori populasi 
5.    Oji hipotesis 
6.    Analisis korelasi dan uji kemaknaan, dan analisis regresi untuk peramalan 
2.      Jenis Statistika Berdasarkan Ruang Lingkup Penggunaan 
Berdasarkan mang lingkup penggunaannya atau disiplin ilmu yang menggunakannya, statistika dapat dibagi atas beberapa jenis, seperti:
a)      Statistika kesehatan, adaläh statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang kesehatan. Statistika kesehatan sering disebut juga sebagai 'Biostatistika'.
b)      Statistika gizi, adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang gizi. 
c)      Statistika farmasi adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang farmasi. 
d)     Statistika kebidanan adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang kebidanan. 
e)      Statistika keperawatan adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang keperawatan. 
f)       Statistika pertanian adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang pertanian. 
g)      Statistika pendidikan adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang pendidikan. 
h)      Statistika ekonomi adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang ekonomi. 



3.      Jenis Statistika Berdasarkan Bentuk Parameter 
          Berdasarkan bentuk parametemya, statistika dapat dikelompokkan menjadi statistika parametrik dan statistika nonparametrik. 
 
 
 
1.  Statistika parametrik 
   Statistika parametrik adalah bagian dari statistika yang parameter dari populasinya mengikuti suatu distribusi tertentu, seperti distribusi normal serta memiliki varians yang homogen jika suatu penelitian memungkinkan melakukan pengamatan terhadap semua unsur dalam populasi maka akan dihasilkan beberapa ukuran dalam bentuk bilangan atau angka. Ukuran yang diperoleh dari data kuantitatif berupa nilai mean atau rata-rata hitung dan standar deviasi atau simpangan baku. Rata-rata hitung yang dihasilkan dari populasi diberi tanda atau simbol "µ" dan simpangan baku “σ” Hasil ukur dari populasi disebut "parameter. 
2.    Statistika nonparametrik 
Statistika nonparametrik adalah bagian dari statistika yang parameter dari populasinya tidak mengikuti suatu distriibusi tertentu atau memiliki distribusi yang bebas dari persyaratan dan variansnya tidak mesti homogen. Hasil ukur yang diperoleh dari sampel berupa rata-rata hitung atau mean dengan simbol "χ" (x—bar) dan simpangan baku us'. Hasil ukur dari sampel disebut statistik. Untuk data kualitatif ukuran parametemya adalah “π dan ukuran statistiknya adalah “p”. 
 
E.Langkah-Langkah Metode Statistik
Metodologi Statistika
Dalam penyelesaian suatu persoalan secara statistik harus digunakan pendekatan ilmiah yang terdiri dari beberapa tahap. Bila salah satu tahap diabaikan, maka hasil akhirnya dapat menjadi tidak sahih dan tidak tepat. Tahap-tahap dalam statistik adalah :
a.     Mengidentifikasi persoalan
Pertama kali persoalan yang dihadapi harus difahami dan didefinisikan dengan benar. Pada tahap ini informasi kuantitatif sangat bermanfaat. Tahap ini termasuk dalam perencanaan penelitian,hal ini diperlukan sebagai pedoman dalam mengumpulkan data kasar secara terarah dan ekonomis sehingga peneliti mengerti betul pokok persoalan yang menjadi objek penelitian.
b.    Mengumpulkan data atau fakta-fakta yang ada
Data harus dikumpulkan dengan tepat dan selengkap mungkin serta berhubungan dengan persoalan yang dihadapi.
c.     Mengumpulkan data asli yang baru
Seringkali data yang diperlukan tidak tersedia pada sumber-sumber yang ada, karena itu harus dikumpulkan sendiri (misalnya survey, kuestioner, dll).
d.     Klasifikasi data
Setelah data dikumpulkan, data dan fakta dikelompokkan sesuai dengan tujuan studi. Mengidentifikasi data berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya dan menyusunnya ke dalam kelompok-kelompok dinamakan klasifikasi. Tahap ini termasuk dalam tahap pengolahan data.
e.    Penyajian Data
Ringkasan informasi disajikan dalam bentuk tabel, diagram, dan ukuran-ukuran deskriptif seperti rata-rata dan dispersi, dll.
f.     Analisis Data dan Penarikan Kesimpulan
Penganalisisan data merupakan proses pemilihan metode yang tepat yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil dari analisis diinterpretasikan sehingga data yang terkumpul tersebut dapat memberikan gambaran mengenai penelitian yang dilakukan. Jika data dikumpulkan dari sampel (bukan populasi), maka berdasarkan ukuran-ukuran deskriptif yang telah dihitung, dilakukan pendugaan parameter populasi dan pengujian asumsi parameter atau ciri-ciri populasi. Pendugaan dan pengujian nilai parameter populasi berdasarkan informasi dari sampel merupakan unsur utama dalam statistik inferensi. Kemudian analisis menafsirkan hasil pendugaan dan membuat kesimpulan atas hasil pengujian.























DAFTAR PUSTAKA
Budiaro, E.(2001). Biostatistika untukkedokteran dan kesehatan masyarakat. (edisi pertama). Jakarta:EGC
Purwanto, H.(1994). Pengantar statistik keperawatan. (edisi pertama). Jakarta: EGC
Rachmat, M. (2012). Buku ajar biostatistika aplikasi pada penelitian kesehatan. Jakarta: EGC


Tidak ada komentar:

Posting Komentar