
STATISTIKA
PERKEMBANGAN STATISTIKA
Disusun untuk
Memenuhi Tugas Mata Kuliah Statistika
Dosen Pengampu :
M. Hasib Ardani, S.Kp.,M.Kes
Oleh:
1. Ainur
Muhti Ashari (22020114130106)
2. Ali
Iksan Adi S (22020114140109)
3. Arintan
Nur S (22020114120046)
4. Avinda
Deviana (22020114120028)
5. Endah
Sulistyorini (22020114140132)
6. Khirza
Maulida F (22020114130134)
7. Murti
Agustin (22020114130096)
8.
Noor Dhyana Muftiani (22020114120017)
JURUSAN ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS
KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2015
A. Definisi
Statistika
1.
Definisi
menurut anggota kelompok 1 Statistika:
a)
Murti
Statistika adalah
suatu proses pengumpulan,
pengolahan, penyajian, dan analisis kumpulan data yang dapat dioperasikan.
b)
Arintan
Statistika adalah
suatu proses pengolahan data yang terdiri dari menghitung, mengelompokkan, dan menyimpulkan data hingga membentuk suatu hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
c)
Endah
Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan dan penyusunan data, pengolahan data, dan penganalisaan
data, serta penyajian data berdasarkan kumpulan dan analisis data
yang dilakukan.
d)
Ainur
Statistika adalah cara untuk mengolah data
dan menarik kesimpulan-kesimpulan yang teliti dan keputusan-keputusan
yang logis dari pengolahan
data.
e)
Ali
Statistika adalah
sekumpulan cara yang berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan, penarikan kesimpulan, atas data-data yang berbentuk angka
dengan menggunkan suatu metode-metode tertentu.
f)
Dhyan
Statistika adalah ilmu yang mempelajari
tentang data-data yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisaan, penafsiran,
dan penarikan kesipulan dari data yang berbentuk
angka.
g)
Fifi
Statistika adalah ilmu pengetahuan dengan
mempergunakan metode dan teknik-teknik perhitungan untuk menyelesaikan
permasalahan-permasalahan.
h)
Avinda
Statistika adalah kumpulan data-data yang
berisi angka-angka atau tabel
atau diagram yang disusun, diolah, dianalisis, serta disajikan untuk menggambarkan
suatu masalah objek tertentu.
i)
Kesimpulan
:
Statistika adalah ilmu yang berkaitan dengan proses dan sekumpulan cara
yang terdiri dari pengumpulan, penyusunan, pengolahan, analisis dan penarikan
kesimpulan data, yang dapat berupa angka untuk menyelesaikan masalah dan
mendapatkan hasil tertentu.
2.
Definisi
menurut para ahli:
Secara etimologi, statistik berasal dari
bahasa Romawi States, yang berarti negara, Negarawan. Diartikan demikian karena
statistik pada waktu itu banyak digunakan untuk urusan negara, seperti biaya
pajak, jumlah penduduk. Sehingga munculah berbagai jenis statistik misalnya
statistik penduduk, statistik kelahiran, statistik pendidikan. Statistik
merupakan ilmu yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan data, serta
sifat-sifat data. Adapun kegiatan statistik adalah pengumpulan data, pengolahan
data, penyajian data serta penganalisaan data, penarikan kesimpulan serta
pembuatan kesimpulan yang didasarkan atas data yang diperoleh. Data diperoleh
dari fakta, pengertian fakta adalah kejadian yang benar-benar terjadi atau
bekas-bekasnya ada. Kegunaan data adalah memberikan informasi kepada yang
membutuhkan. Informasi inilah yang memberikan perubahan kepada manusia. Jadi
statistik itu adalah ilmu yang mempelajari pengumpulan, pengolahan, penyajian,
penganalisaan data serta penarikan kesimpulan.
Menurut Purwanto (1995) sesuatu dikatakan
statistik apabila:
a. Merupakan
agregat
Agregat adalah kumpulan
fakta-fakta yang diperoleh dari objek yang kita amati.
b. Diperoleh
dengan cara menghitung atau mengukur
c. Mempunyai
variabilitas
Menurut
Budiarto (2002), saat ini terdapat tiga pengertian statistika, yaitu sebagai
berikut:
a. Statistika
merupakan kumpulan angka yang dihasilkan dari pengukuran atau penghitungan yang
disebut data.
b. Statistika
dapat pula diartikan sebagai statistik sampel.
c. Statistika
sebagai suatu metode ilmiah yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam
mengambil keputusan, mengadakan analisis data hasil penelitian, dan lain-lain.
B. Sejarah
Statistika
Kata
statistika berasal dari bahasa Italia yaitu statistia
yang berarti pejabat negara yang dikenal sejak zaman romawi. Penggunaan metode
statistika saat itu masih terbatas pada kepentingan negara yang berisi data
jumlah penduduk menurut umur, jenis
kelamin, dan pekerjaan yang digunakan untuk penarikan pajak dan wajib militer.
Statistika
diawali sebagai ilmu untuk mengumpulkan angka (data). Pada abad 17
statistika deskriptif mulai berkembang, begitu juga ilmu peluang yang
awalnya dilahirkan dari meja judi mulai muncul . Ilmu peluang ini melandasi berkembangnya
statistika induktif yang terjadi pada pertukaran abad 19 dan 20 dengan Karl
Pearson sebagai pelopornya. Statistika induktif berkembang pesat setelah R. A.
Fisher memperkenalkan metode Maximum Likelihood pada tahun 1922. Dengan adanya
perkembangan teknologi komputer, metode eksplorasi data dan bootstrap mulai
berkembang pada tahun 1970. Metode ini
sebagai awal dari analisis data tanpa model peluang yang populer dengan data
driven. Seiring dengan perkembangan statistika induktif, statistika mulai
diterapkan pada berbagai bidang seperti
ekonomi, industri, pertanian, sosiologi, psikologi, dan lain-lain. Di bidang
ekonomi aplikasi statistika pada ekonometrika, sedangkan di bidang industri aplikasi yang sangat terkenal adalah
metode Quality Control dan metode Six-Sigma. Pada abad 21 diperkirakan metode
data mining akan banyak digunakan dalam bidang terapan. Perkembangan ini akan berpengaruh terhadap
model pendidikan dan pengajaran statistika dewasa ini.
Di
Inggris,penggunaan statistika dalam bidang kesehatan diawali oleh raja
Henry VII yang memerintahkan untuk
melakukan pencatatan kematian pada tahun 1532 M . Pada tahun 1662, kapten John
Graunt menggunakan catatan undang-undang kematian selama 30 tahun untuk
memperkirakan jumlah orang yang akan meninggal karena berbagai macam penyakit,
proporsi kelahiran laki-laki dan wanita serta membuat table perjalanan
hidup.
Perkembengan
statistika kedokteran mengalami hambatan karena masih banyaknya klinisi yang
skeptis dan tidak setuju penggunaan metode statistik dalam bidang kedokteran
dengan alasan statistik hanya kumpulan angka-angka yang tidak sesuai kenyataan
dan etika kemanusiaan. Alasan lain yaitu
karena perhatian dokter hany6a tertuju pada penderita secara individu dan
setiap penderita akan berbeda dengan penderita lain hingga kontribusi
statistika akan memajukan bidang kedikteran sangat kecil.
C. Manfaat
Statistika
1. Memberikan
gambaran tentang suatu objek secara lengkap dan ringkas
2. Membandingkan
kejadian satu dengan kejadian lainnya dengan beracuan pada waktu atau tempat.
3. Membuat
ramalan pada kegiatan yang sama dimasa yang akan datang.
D. Jenis
Statistika
Statistik dibedakan atas
beberapa jenis berdasarkan kriteria tertentu, seperti cara pengolahan data,
ruang lingkup penggunaan, dan bentuk parameternya.
1.
Jenis Statistika Berdasarkan Cara Pengolahan Data :
Berdasarkan cara
pengolahan datanya statistika dibagi dua katagori, yakni statistika deskriptif
dan statistika inferensi.
a)
Statistika
deskriptif
Statistika deskriptif adalah bagian dari
statistika yang membahas tentang cara pengumpulan dan penyajian data hingga mudah dimengerti.
Statistika deskriptif hanya berkaitan dengan hal menguraikan atau memberikan
keterangan-keterangan mengenai suatu data atau keadaan atau fenomena. Sehingga
dapat dikatakan bahwa statistika deskriptif hanya berfungsi mendeskripsikan
keadaan, gejala, atau persoalan. Contoh pernyataan yang termasuk dalam
statistika deskriptif :
1) Sekitar 10% ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas
menderita anemia.
2) Separuh dari pasien yang menerima suntikan Obat
tertentu, temyata kemudian menderita efek samping Obat tersebut.
Penarikan kesimpulan pada statistika
deskriptif hanya ditujukan pada kumpulan data yang ada.
b) Statistika inferensi
Statistika inferensi atau statistika induktif adalah jenis statistika yang mempelajari mengenai penafsiran dan penarikan kesimpulan yang berlaku secara umum atau proses generalisasi berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Statistika inferensi berkaitan dengan pendugaan populasi dan pengujian hipotesis berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Penarikan kesimpulan pada statistika inferensi merupakan generalisasi terhadap populasi berdasarkan data sampel yang ada. Berdasarkan atas ruang lingkup bahasannya, satistika inferensi meliputi:
1. Probabilitas atau teori kemungkinan
2. Distribusi teoritis
3. Sampling dan distribusi sampling
4. Pendugaan populasi atau teori populasi
5. Oji hipotesis
6. Analisis korelasi dan uji kemaknaan, dan analisis regresi untuk peramalan
2. Jenis Statistika Berdasarkan Ruang Lingkup Penggunaan
Berdasarkan mang lingkup penggunaannya atau disiplin ilmu yang menggunakannya, statistika dapat dibagi atas beberapa jenis, seperti:
a) Statistika kesehatan, adaläh statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang kesehatan. Statistika kesehatan sering disebut juga sebagai 'Biostatistika'.
b) Statistika gizi, adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang gizi.
c) Statistika farmasi adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang farmasi.
d) Statistika kebidanan adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang kebidanan.
e) Statistika keperawatan adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang keperawatan.
f) Statistika pertanian adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang pertanian.
g) Statistika pendidikan adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang pendidikan.
h) Statistika ekonomi adalah statistika yang diterapkan atau digunakan dalam bidang ekonomi.
3. Jenis Statistika Berdasarkan Bentuk Parameter
Berdasarkan bentuk parametemya, statistika dapat dikelompokkan menjadi statistika parametrik dan statistika nonparametrik.
1. Statistika parametrik
Statistika parametrik adalah bagian dari statistika yang parameter dari populasinya mengikuti suatu distribusi tertentu, seperti distribusi normal serta memiliki varians yang homogen jika suatu penelitian memungkinkan melakukan pengamatan terhadap semua unsur dalam populasi maka akan dihasilkan beberapa ukuran dalam bentuk bilangan atau angka. Ukuran yang diperoleh dari data kuantitatif berupa nilai mean atau rata-rata hitung dan standar deviasi atau simpangan baku. Rata-rata hitung yang dihasilkan dari populasi diberi tanda atau simbol "µ" dan simpangan baku “σ” Hasil ukur dari populasi disebut "parameter.
2. Statistika nonparametrik
Statistika nonparametrik adalah bagian dari statistika yang parameter dari populasinya tidak mengikuti suatu distriibusi tertentu atau memiliki distribusi yang bebas dari persyaratan dan variansnya tidak mesti homogen. Hasil ukur yang diperoleh dari sampel berupa rata-rata hitung atau mean dengan simbol "χ" (x—bar) dan simpangan baku us'. Hasil ukur dari sampel disebut statistik. Untuk data kualitatif ukuran parametemya adalah “π” dan ukuran statistiknya adalah “p”.
E.Langkah-Langkah Metode Statistik
Metodologi Statistika
Dalam penyelesaian suatu
persoalan secara statistik harus digunakan pendekatan ilmiah yang
terdiri dari beberapa tahap. Bila salah satu tahap diabaikan, maka hasil
akhirnya dapat menjadi tidak sahih dan tidak tepat. Tahap-tahap dalam
statistik adalah :
a.
Mengidentifikasi persoalan
Pertama kali persoalan
yang dihadapi harus difahami dan didefinisikan dengan benar. Pada tahap ini
informasi kuantitatif sangat bermanfaat. Tahap ini termasuk dalam perencanaan
penelitian,hal ini diperlukan sebagai pedoman dalam mengumpulkan data kasar
secara terarah dan ekonomis sehingga peneliti mengerti betul pokok persoalan yang
menjadi objek penelitian.
b.
Mengumpulkan data atau
fakta-fakta yang ada
Data harus dikumpulkan
dengan tepat dan selengkap mungkin serta berhubungan dengan persoalan yang
dihadapi.
c.
Mengumpulkan data asli yang baru
Seringkali data yang
diperlukan tidak tersedia pada sumber-sumber yang ada, karena itu harus
dikumpulkan sendiri (misalnya survey, kuestioner, dll).
d.
Klasifikasi data
Setelah data dikumpulkan,
data dan fakta dikelompokkan sesuai dengan tujuan studi. Mengidentifikasi
data berdasarkan kemiripan sifat-sifatnya dan menyusunnya ke dalam kelompok-kelompok
dinamakan klasifikasi. Tahap ini termasuk dalam tahap pengolahan
data.
e.
Penyajian Data
Ringkasan informasi
disajikan dalam bentuk tabel, diagram, dan ukuran-ukuran deskriptif seperti
rata-rata dan dispersi, dll.
f. Analisis
Data dan Penarikan Kesimpulan
Penganalisisan data
merupakan proses pemilihan metode yang tepat yang sesuai dengan tujuan
penelitian. Hasil dari analisis diinterpretasikan sehingga data yang terkumpul
tersebut dapat memberikan gambaran mengenai penelitian yang dilakukan. Jika
data dikumpulkan dari sampel (bukan populasi), maka berdasarkan ukuran-ukuran deskriptif
yang telah dihitung, dilakukan pendugaan parameter populasi dan pengujian asumsi
parameter atau ciri-ciri populasi. Pendugaan dan pengujian nilai parameter populasi
berdasarkan informasi dari sampel merupakan unsur utama dalam statistik inferensi.
Kemudian analisis menafsirkan hasil pendugaan dan membuat kesimpulan atas hasil
pengujian.

DAFTAR
PUSTAKA
Budiaro, E.(2001). Biostatistika untukkedokteran dan kesehatan masyarakat. (edisi
pertama). Jakarta:EGC
Purwanto,
H.(1994). Pengantar statistik keperawatan.
(edisi pertama). Jakarta: EGC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar